Tulang Bawang.-
Tigabelasdetik.com.-
Menipisnya ruang untuk mengkutak-kutik anggaran Dana desa (DD) dan penuhnya program dari bapak Presiden Prabowo yang harus di laksanakan, membuat beberapa oknum kepala kampung yang berfikiran WARAS berfikir keras untuk memperkaya diri dan perut keluarganya. sehingga mulai berfikir seribu cara untuk menghasilkan uang “HALAL”.
Walaupun cara-cara tersebut harus menabrak aturan dan undang-undang yang berlaku, dan berdalih demi masyarakat dan membantu pemerintah, di sisi lain ada oknum pejabat daerah yang merasa di “UNTUNGKAN” dengan kegiatan “PENCITRAAN” yang di lakukan oleh oknum kakam tersebut.
Ada beberapa titik lokasi jalan di wilayah Pemerintah kabupaten Tulang Bawang dan wilayah Pemprov Lampung yang rusak dan belum tersentuh oleh pemerintah, hal ini bisa terjadi di karenakan beberapa alasan.
Bisa di karenakan kekurangan anggaran, bisa di karenakan belum dapat giliran perbaikan atau ada kendala lain dan sebagainya.
Tetapi bukan berarti segerombolan oknum kepala kampung yang disinyalir boleh sewenang-wenang mengambil tindakan mengatas namakan *”PERBAIKAN & PEMELIHARAAN JALAN”* yang mana biaya sepenuhnya harus di Bebani ke masyarakat, dan demi bisa “MELEGALKAN” kegiatan tersebut maka dibentuklah *”PORTAL JALAN”* yang akan di kelola segerombolan kroni-kroni dari gerombolan oknum Khoirul Anam Cs tersebut.
*” PORTAL JALAN”* yang sudah terpasang tetapi tidak ada kejelasan kapan habis masa berlakunya untuk di cabut, dan berapa kebutuhkan anggaran dari masyarakat, yang diperlukan untuk melakukan “*PERBAIKAN & PEMELIHARAAN JALAN”*. tersebut sampai selesai.
Tetapi sudah ada oknum Kakam dan pokmas yang sudah dapat nge-KLAIM HARGA JUAL GABAH TERTINGGI di wilayahnya.
Harga gabah di wilayah 4 (empat) kampung : (Medasari,Hargo Rejo, Hargo Mulyo dan Gedung Meneng Baru) yang diklaim sebelum ada perbaikan jalan swadaya masyarakat semula di harga Rp6200 sampe Rp6300 perkilo, tetapi dengan adanya perbaikan jalan swadaya masyarakat, maka harga gabah naik menjadi Rp6500 perkilo.
Publik mulai geram dengan indikasi kebohongan oknum-oknum yang diduga sudah menyebarkan Hoax,
dan publik mempersilahkan untuk mengecek berapa harga gabah petani sekarang di kecamatan Rawajitu.
Hasil investigasi awak media di lapangan dari SP1, 2, dan 3 Ipil, jelas harga gabah di petani mencapai Rp6700 perkilo.
seperti yang disampaikan seorang lelaki dewasa yang berinisial “Dd”, yang mempunyai lahan sawah sekitar 5 (lima) Hektar;
” Harga padi sekarang bagus bang, untuk sekarang ini ada di harga Rp6700 perkilo malahan bisa lebih, walaupun semua tergantung gimana cara kita mengurus padi, waktu mupuk dan memberantas penyakit padi yang akan menyerang padi, tetapi yang pasti untuk sekarang ini penjualan gabah ada di harga Rp6700 perkilo.” ujarnya.
Lebih lanjut “Dd” menambahkan:
” Kalau kendala jalan ya umum seh bang, kalau kendalanya harga gabah dengan jalan ngak juga seh. karena jalan relatif begitu kalau di kabupaten Tulang Bawang, beda dengan keadaan jalan yang ada di SP 3 desa Bandar Anom, jalan nya sudah di cor.”
Rabu (22/04/2026)
“*CONTOH EDUKASI BURUK BUAT KAKAM LAINNYA”*.
Adanya unsur kesengajaan men-Portal jalan umum yang sudah jelas-jelas melanggar Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang jalan, yang telah di ubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2022 Tentang jalan.
ini akan membuat dan memberikan contoh yang buruk kepada oknum-oknum lain untuk meniru cara-cara melakukan pungutan secara terang-terangan.
dengan berhalusinasi jalan rusak dan harus di perbaiki secara swadaya masyarakat, maka dengan segala cara dan pola pikiran sesat, PORTAL JALAN adalah salah satu solusi untuk di “JADIKAN TUMBAL”.
1. Polemik “*PORTAL JALAN”* (berniat baik) tidak melakukan kegiatan pungutan kepada kendaraan yang lewat/lalu-lalang, portal jalan hanya berfungsi mencegah kendaraan melintas, agar jalan yang masih dalam perbaikan bisa di pantau. dalam hal ini meng-portal jalan bisa di maklumi.
2. Tetapi Polemik “*MENPORTAL JALAN UMUM”*(berniat buruk) melakukan kegiatan pungutan secara terang-terangan dan menentukan nominal sesuai muatan di dalam kendaraan yang lewat, sama halnya dengan perilaku PREMANISME bergaya MELARAT.
(Dalam Banner di cantumkan 50 ribu pertonase gabah, mobil truck atau mobil pickup).
*” ADA UPAYA PEMBUNGKAMAN SUARA PUBLIK dan MENGABURKAN POLEMIK PORTAL.”*
Perlawanan mulai di perlihatkan oleh gerombolan Khoirul Anam Cs, yang merasa risih atas kritik publik yang di sampaikan melalui pemberitaan, dengan gaya pencitraan diri dan di duga sudah meraup anggaran besar hasil Pungli dari Portal jalan, gerombolan tersebut disinyalir mulai menyebarkan isu bahwa kegiatan perbaikan jalan itu hasil swadaya masyarakat dan gotong royong, tetapi tidak berani menyampai berapa anggaran yang sudah di kelola oleh mereka.
(Tim).
Penulis : Andika
Berita bersambung.
#Berita viral
#Fyp
#No Justice no viral
#Publik bersuara
#No Hoax
#Lex specialis






